June 3, 2020

PERBEDAAN RUMAH SAKIT DAN PUSKESMAS DALAM 5 LEVELS OF PREVENTION

Rumah sakit 5 LEVELS OF PREVENTION
Don't Forget to Share

Apa perbedaan rumah sakit dan puskesmas jika ditinjau dalam hal preventif terhadap penyakit. Tapi sebelum itu ayo kita kembali ke pengertian rumah sakit menurut UU No. 44 tentang rumah sakit tahun 2009. Disini pengertian rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna, yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat.

Sedangkan pengertian puskesmas atau pusat kesehatan masyarakat adalah suatu unit yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan, yang berada di garda paling depan dan mempunyai misi sebagai pusat pengembangan pelayanan kesehatan. Melaksanakan pembinaan dan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu untuk masyarakat di suatu wilayah kerja tertentu yang telah ditentukan.

Nah, dari pengertian di atas saja maka kita sudah bisa melihat perbedaan kinerja dari rumah sakit dan puskesmas itu sendiri. Maka dari itu, dalam pelaksanaan 5 level of preventionnya pun terdapat sejumlah perbedaan yang signifikan. Mari kita bahas lebih lanjut

Secara umum, Rumah Sakit diutamakan bergerak di bidang kuratif dan rehabilitatif, tetapi tidak melupakan tindakan preventifnya. Sedangkan Puskesmas dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh atau comprehensive health care service, yang meliputi aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative. Karena unit pelayanan puskesmas menjadi pintu gerbang atau saringan pertama dari keluhan masyarakat. Jika pelayanan di Puskesmas bagus, maka bukan tidak mungkin akan mengurangi kejadian penyakitan di rumah sakit.

Jika di sangkut pautkan dengan pelaksanaan 5 level of prevention, maka perbedaan yang dapat kita jumpai antara rumah sakit dan puskesmas terletak pada ruang lingkup kerjanya. Dimana misalnya pada level prevention yang pertama yaitu health promotion, puskesmas dalam mempromosikan kesehatan dan memberikan edukasi seputar kesehatan, tempat kegiatannya itu tidak hanya di dalam puskesmas itu sendiri, melainkan bekerja outdoor, yakni sampai menggerakkan tenaga kesehatannya untuk mengadakan penyuluhan di lingkungan masyarakat, misalnya dari rumah ke rumah, posyandu, postu, sekolah, panti bahkan sampai ke industri atau perusahaan perusahaan.

puskesma sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat
puskesma sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat

Sedangkan dalam melaksanakan health promotion, rumah sakit tidak memiliki ruang lingkup seluas puskesmas. Mengapa? Karena meskipun puskesmas dan rumah sakit sama sama memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, namun terdapat perbedaan wilayah kerja. Puskesmas memiliki wilayah kerja namun rumah sakit tidak. Maka dari itu dalam pelaksanaan health promotion, rumah sakit tidak dapat segesit puskesmas. Rumah sakit hanya lebih mengefisienkannya di dalam lingkungan rumah sakit saja. Seperti dengan pemasangan poster, spanduk maupun slogan slogan mengenai kesehatan.

Baca Juga :

Hal ini juga sejalan dengan pengertian rumah sakit yang memberikan pelayanan perseorangan atau individu, sedangkan puskesmas dituntut untuk secara menyeluruh.

Secara garis besar, Perbedaan rumah sakit dan puskesmas singkatnya :

  1. Health promotion dan spesifik protection merupakan bagian dari pelayanan primer pada fasilitas kesehatan tingkat pertama yakni PUSKESMAS.
  2. Early diagnosis & promp treatment dan disability limitation merupakan bagian dari pelayanan sekunder atau fasilitas kesehatan tingkat lanjut yakni Rumah Sakit.
  3. Sedangkan untuk Rehabilitation, bisa didapatkan di rumah sakit dan puskemas.

Dalam fungsinya yang berperan besar di bidang kuratif, peran rumah sakit tidak bisa segencar puskesmas. Tapi dalam hal pelaksanaan health promotion dan specific protection Puskesmas jagonya. Rumah sakit hanya bekerja untuk individual dengan wilayah kerja yang terbatas. Sedangkan puskesmas memberikan pelayanan secara menyeluruh. Maka dari itu, rumah sakit lebih fokus  kepada level ketiga dan keempat dalam 5 levels of prevention yakni early diagnosis, promp treatment dan disability limitation.

Hal ini juga secara tidak langsung digambarkan dalam sistem rujukan. Dimana dalam satu kasus penyakit, apabila pasien telah mendapatkan pelayanan primer di puskesmas namun tak kunjung mendapatkan perubahan, maka pasien tersebut berhak untuk mendapatkan rujukan dan menjalani perawatan yang lebih intensif di rumah sakit yang pastinya lengkap dengan tenaga kesehatan yang lebih mumpuni dan fasilitas yang lebih lengkap serta memadai.

Jadi, perbedaan yang menjadi garis besar antara rumah sakit dan puskesmas terdapat pada wilayah kerja dan sasaran pelayanannya.


Don't Forget to Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *