Ada Bayak jenis dan bentuk sikat gigi yang ada di pasaran. Jadi sangat penting bagi Anda untuk mengetahui jenis-jenis sikat gigi dan fungsinya, karena memilih sikat gigi yang tepat menentukan keefektifannya dalam membersihkan gigi maupun gusi.

Apa pun jenis dan bentuknya, fungsi dari sikat gigi secara umum adalah untuk menghilangkan plak dan sisa makanan yang menumpuk pada gigi dan gusi. Dengan menyikat gigi secara teratur penting untuk mencegah kerusakan gigi dan gusi, serta menjaga napas tetap segar.

Dengan berkembangnya teknologi maka muncullah inovasi untuk membuat sikat gigi yang mereka klaim paling efektif dalam membersihkan rongga mulut serta mencegah terjadinya masalah kesehatan gigi, gusi, dan lidah.

Berikut ini adalah jenis dan fungsi sikat gigi berdasarkan ukuran kepala, bulu sikat, dan cara menggunakannya

1. Ukuran kepala sikat gigi

jenis sikat gigi yang cocok untuk behel

Ukuran kepala sikat gigi menentukan seberapa besar jangkauan serta keefektifannya dalam membersihkan gigi anda. Ada dua jenis ukuran kepala sikat gigi, yakni sikat gigi dengan kepala kecil dan sikat gigi dengan kepala lebar. Tipsnya adalah pilihlah ukuran kepala sikat gigi yang sesuai kebutuhan Anda.

Ukuran sikat gigi kepala kecil biasanya memiliki kepala sikat dengan lebar 2,5 cm atau lebih kecil. Karena ukuran kepala sikatnya yang kecil, sikat gigi jenis ini cocok untuk membersihkan sudut dan celah-celah gigi yang sempit, ini adalah jenis sikat gigi yang cocok untuk behel.

Sedangkan ukuran sikat gigi kepala lebar memiliki kepala sikat lebih dari 2,5 cm. Berkat kepala sikatnya yang lebar, sikat gigi jenis ini dapat menjangkau area gigi dan gusi yang lebih luas, sehingga menyikat gigi jadi lebih efektif, lebih cepat, dan lebih bersih.

Jadi, kembali lagi sesuai selera yah. Jika kamu sedang dalam perawatan gigi dan mulut dan membutuhkan sedikit extra tenaga dan ketelitian maka pilihlah ukuran sikat gigi yang lebih kecil, tapi jika kamu menginginkan hasil yang maksimal dan cepat, maka pilih yang area jangkauannya lebar.

2. Bulu sikat gigi

Bulu sikat gigi di pasaran umumnya ada tiga macam, yakni bulu sikat halus, sedang, dan keras. Kamu akan disarankan untuk memilih bulu sikat yang halus dan lembut, sebab bulu sikat sedang atau keras berpotensi menyebabkan sariawan, karena berpotensi untuk mengakibatkan gangguan pada gusi, permukaan akar gigi, dan enamel gigi Anda. Apalagi jika teknik menyikat gigi yang tidak benar.

Selain itu, pilih juga sikat gigi yang memiliki bulu ramping, lembut dan kuat, sehingga bulu sikat mampu menjangkau sela-sela yang sempit di antara gigi kamu dan kuat untuk mencungkil plak gigi dan sisa makanan yang membandel pada permukaan atau sela-sela gigi yah.

3. Cara Penggunaan sikat gigi 

Mengoperasikan atau menggunakan sikat gigi yang benar sebaiknya dengan menggunakan 2 macam metode ini, yakni menggunakan sikat gigi manual dan sikat gigi elektrik. Sikat gigi elektrik adalah sikat gigi yang bulu sikatnya dapat bergerak dan berputar secara otomatis. Sementara pada sikat gigi manual, pergerakan dan perputarannya bulu sikat kamu yang mengontrolnya sendiri.

Dari segi harga terdapat perbedaan harganya yang cukup jauh, tapi efektivitas kedua jenis sikat gigi ini tidak terlalu berbeda jauh. Selama kamu menyikat gigi dengan cara yang benar, baik sikat gigi manual maupun sikat gigi elektrik sama-sama ampuh dalam membersihkan plak pada gigi dan gusi Anda.

Bagaimana Cara Merawat dan Menyimpan Sikat Gigi Yang Benar

Selain Memilih jenis sikat gigi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan, kamu juga harus merawat sikat gigi dengan benar. Alasanya jelas karena sikat gigi berpotensi menjadi sarang bakteri. Nah, berikut ini adalah tips cara merawat sikat gigi yang baik:

  • Hindari bertukar sikat gigi dengan orang lain, alias minjem sikat gigi teman.
  • Bilas sikat gigi sampai bersih setelah digunakan hingga tidak ada lagi sisa-sisa pasta gigi dan kotoran.
  • Simpan sikat gigi dalam posisi berdiri dengan kepala sikat di bagian atas, karena jika kepalanya di bagian bawah sisa air saat membilas sikat gigi bisa bertumpuk di kepala sikatnya
  • Hindari menyimpan sikat gigi dalam wadah tertutup, sebab hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri dan jamur.
  • Rendamlah sikat gigi sesekali dengan cairan hidrogen peroksida 3% atau obat kumur cair untuk membunuh bakteri yang ada pada sikat gigi.
  • Gantilah sikat gigi setiap 3–4 bulan atau jikia terjadi perubahan bulu sikat gigi, seperti rontok atau sudah rusak.

Memiliki sikat gigi yang bagus saja tidak cukup untuk menjaga kesehatan gigi dan mulutmu. Seharusnya kamu menerapkan kebiasaan menyikat gigi yang baik. Sikat gigi kamu setidaknya 2 kali sehari selama 2 menit dan gunakanlah pasta gigi yang mengandung fluoride. Saat menggosok gigi, pastikan kamu menyikat semua permukaan gigi hingga ke sela-selanya, termasuk sela antara gusi dan gigi.

Saat menggosok gigi bagian depan, sikat gigi secara lembut dengan gerakan memutar atau vertikal. Jangan lupa juga untuk menggosok lidah Anda. Selain itu, jangan lupa lakukan pemeriksaan gigi rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan.

Jadi teman-teman begitulah sedikit tips dalam memilih Jenis-Jenis Sikat Gigi yang baik, semoga artikel ini berguna. Jangan lupa share yah