January 16, 2021

Ada 504 Tenaga Medis Gugur akibat Covid-19 di Tahun 2020

Don't Forget to Share

Tim dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan data terbaru terkait tenaga medis yang meninggal akibat Covid-19 sepanjang tahun 2020. Menurut IDI Setidaknya terdapat 504 petugas medis yang gugur terhitung sejak munculnya virus Covid ini di bulan Maret sampai dengan akhir Desember 2020.

Dari daftar 504 petugas medis yang meninggal akibat terinfeksi Covid-19 tersebut terdiri dari 237 dokter, 15 dokter gigi, 171 perawat, 64 bidan, 7 apoteker, dan 10 tenaga lab medik.

Data ini dirangkum oleh Tim Mitigasi IDI dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Berdasarkan dari data itu, jumlah dokter yang wafat sebanyak 237 orang dengan rinciannya sebagai berikut:

131 dokter umum (4 guru besar), dan 101 dokter spesialis (9 guru besar), serta 5 residen, yang keseluruhannya berasal dari 25 IDI Wilayah (provinsi) dan 102 IDI Cabang (Kota/Kabupaten).

Salah satu anggota Tim Mitigasi PB IDI, Dr Adib Khumaidi, SpOT, mengatakan bahwa kematian tenaga medis dan kesehatan di Indonesia itu tercatat paling tinggi di Asia dan lima besar di seluruh dunia.

Anggota Tim Mitigasi PB IDI, Dr Adib Khumaidi, SpOT, mengatakan bahwa kematian tenaga medis dan kesehatan di Indonesia itu tercatat paling tinggi di Asia dan lima besar di seluruh dunia.

“Bahkan, sepanjang bulan Desember 2020 mencatat 52 tenaga medis dokter meninggal akibat Covid. Angka ini naik hingga 5 kali lipat dari awal pandemi,” kata Adib melalui keterangan tertulisnya, Selasa (5/1/2021).

Meningkatnya angka kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya tersebut disebabkan salah satunya dari kumulasi peningkatan aktifitas dan mobilitas yang terjadi belakangan ini. Misalnya seperti berlibur, penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada), dan aktivitas berkumpul bersama teman dan keluarga yang tidak serumah.

Berikut ini rincian data kematian tenaga kesehatan yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia sepanjang tahun 2020 yang telah kami rangkum dari berbagai sumber:

  1. Jawa Timur : 46 dokter, 2 dokter gigi, 52 perawat, 1 tenaga lab medik
  2. DKI Jakarta : 37 dokter, 5 dokter gigi, 24 perawat, 1 apoteker, 1 tenaga lab medik
  3. Jawa Tengah : 31 dokter, 24 perawat, 3 tenaga lab medik
  4. Sumatra Utara : 24 dokter dan 3 perawat
  5. Jawa Barat : 24 dokter, 4 dokter gigi, 23 perawat, 4 apoteker, 1 tenaga lab medik
  6. Sulawesi Selatan : dokter dan 6 perawat
  7. Banten : 8 dokter dan 2 perawat
  8. Bali : 6 dokter, 1 tenaga lab medik
  9. DI Aceh : 6 dokter, 2 perawat, 1 tenaga lab medik
  10. Kalimantan Timur : 6 dokter dan 4 perawat
  11. DI Yogyakarta : 6 dokter dan 2 perawat
  12. Riau : 5 dokter, 2 perawat
  13. Kalimantan Selatan : 4 dokter, 1 dokter gigi, dan 6 perawat
  14. Sumatra Selatan : 4 dokter dan 5 perawat
  15. Sulawesi Utara : 4 dokter, 1 perawat
  16. Kepulauan Riau : 3 dokter dan 2 perawat
  17. Nusa Tenggara Barat : 2 dokter, 1 perawat, 1 tenaga lab medik
  18. Bengkulu : 2 dokter
  19. Sumatra Barat : 1 dokter, 1 dokter gigi, dan 2 perawat
  20. Kalimantan Tengah : 1 dokter, 2 perawat, 1 apoteker
  21. Lampung : 1 dokter dan 2 perawat
  22. Maluku Utara : 1 dokter dan 1 perawat
  23. Sulawesi Tenggara : 1 dokter, 2 dokter gigi, 1 perawat
  24. Sulawesi Tengah : 1 dokter
  25. Papua Barat : 1 dokter
  26. Papua : 2 perawat
  27. Nusa Tenggara Timur : 1 perawat
  28. Kalimantan Barat : 1 perawat, 1 tenaga lab medik
  29. Jambi : 1 apoteker
  30. DPLN (Daerah Penugasan Luar Negeri)

Selain dari dalam negeri terdapat sejumlah Nakes yang terkonfirmasi meninggal karena virus Covid. Salah satunya adalah negara Kuwait yaitu yang terlapor adalah 2 orang perawat, serta 1 dokter. Tapi data ini masih dalam tahap koonfirmasi dan verifikasi.

Semoga daftar ini tidak bertambah lagi, dengan dilakukannya vaksinasi dengan segera oleh pemerintah sehingga dapat menekan laju penyebaran covid di tanah air dan angka kematian juga dapat menurun. 

Oleh karena itu, sebelum dilakukan vaksinasi covid secara massal oleh pemerintah. Jaga terus kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. 

Ingat selalu, mencuci tangan dengan sabun memakai masker jika diluar rumah dan menjaga jarak. 


Don't Forget to Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *