January 16, 2021

Pertolongan Pertama Gawat Darurat dan Prinsip BANTUAN HIDUP DASAR

cara melakukan BHD
Don't Forget to Share

BANTUAN HIDUP DASAR

Dalam kehidupan sehari-hari tidak bisa kita pungkiri bahwa ada bahaya yang mengancam kelematan jiwa setiap saat, setiap detik. Jadi, perlu kita pahami bagaimana cara pertolongan [ertama dalam mengatasi jika ada hal yang tidak diinginkan terjadi pada keluarga atau orang yang berada di sekitar anda. Dalam dunia Medis dikenal sebutan BHD atau bantuan Hidup dasar apa saja Pertolongan Pertama Gawat Darurat itu..?

Apa itu BHD atau CPR.  Apa saja  standar kegawat daruratan yang membutuhkan bantuan hidup dasar. Karena bukan tidak mungkin anda akan menemukan bentuk kegawat daruratan yang membutuhkan pertolongan dengan segera. Pakah anda sedang di kantor, dijalan atau bahkan dirumah sekalipun tidak ada yang menjamin anda akan selalu baik-baik saja. Baiklah kali ini saya akan memberikan pengetahuan dan penjelasan sedikit tentang Kegawatdaruratan.

Secara pengertian Kegawatdaruratan adalah suatu keadaan yang serius, mengancam jiwa, sehingga harus mendapatkan pertolongan segera, tepat dan cermat. Banyak hal yang bisa menyebabkan hal ini. jadi dibutukan pengetahuan dan ilmu  yang mendalam untuk bisa menjadi tim penolong. tapi, anda tidak usah menjadi seorang Tenaga medis yang terlatih untuk bisa membantu menyelamatkan nyawa orang jika anda tahu ilmunya.

Dalam tubuh Manusia terdapat sistem Peredaran darah (sirkulasi darah) yang jika berhenti 3-4 menit ke otak maka dampaknya akan sangat berbahaya. Jika darah tidak sampai ke jaringan Otak maka syaraf-sayaraf di otak akan mengalami kerusakan karena kekurangan oksigen. Jika hal ini berlanjut berlanjut sampai 6-9 menit akan mengakibatkan kerusakan otak yang permanen.
Dalam Keadaan Darurat apa saja yang perlu kamu perhatikan. Kondisi pasien yang terlihat saat pertama kali, berdasarkan lingkungan terjadinya trauma, keluhan utama dan bagaimana penampakan lukanya. Kemudian sebisa mungkin atur posisinya dan letakkan pada dasar yang keras dan pastikan lingkungan sekitar penolong dan penderita aman.

Langkah- Langkah Pertolongan Pertama Gawat Darurat dan BANTUAN HIDUP DASAR

Langkah 1 BANTUAN HIDUP DASAR adalah “Cek Kesadaran Penderita”

Cek kesadaran penderita dengan cara memanggil, menepuk, hingga mencubitnya. Perhatikan alurnya. Alur ini adalah dasar kamu melakukan tindakan. jika alurnya sesuai maka bisa dipastikan cara kamu melakukannya sudah benar. Dalam menilai kesadaran penderita dikenal dengan istilah AVPU. Apa itu AVPU..?
  • A – Alert (Sadar Baik)
  • V – Respon terhadap rangsangan Verbal (Panggilan/Tepukan)
  • P – Respon terhadap rangsangan Nyeri (Pain atau Cubitan)
  • U – Unresponsive terhadap segala rangsangan

Langkah 2 dalam BHD adalah “Call For Help.!!”

Jika kamu dilapangan dan menemukan kejadian kegawatan, maka segera setelah kamu melakukan pemeriksaan kesadaran dan jika penderita menunjukkan tanda-tanda “aneh” maka segeralah minta tolong meminta bantuan oran lain. Istilah meminta pertolongan jika mendapati kasus yang mengancam jiwa adalah “Call For Help.!!”

Langkah- Langkah BANTUAN HIDUP DASAR

 

Seorang Petugas terlatih, seperti petugas IGD, Petugas ambulance pasti akan mintalah untuk di ambilkan alat AED/DC Shock. Langkah selanjutnya dalam pertolongan pertama pada kasus gawat darurat adalah memeriksa tanda-tanda vital. Pemeriksaan ini disebut Primary Survey atau Initial Assessment. Apa saja yang harus diperiksa..?

Cek dengan segera, apakah ada denyut nadi, penderita bernafas tidak atau mungkin saja ada ada sumbatan di jalan nafasnya. Istilahnya adalah

  • Circulation
  • Airway
  • Breathing

 Langkah 3 Cek Masih Adakah Denyut Nadinya “Circulation”

Jika kamu menemukan kasus gawat darurat misalnya, kasus tenggelam misalnya. kemudian kamu telah memeriksa kesadarannya tidak menunjukkan respon. segeralah meminta bantuan kemudian dengan segera Cek denyut nadi penderita dengan cara meraba Nadi paling besar yang bisa ditemukan yaitu Nadi Carotis. Nadi ini bisa kamu temukan di sekitar leher (raba denyut nadi pada leher). Jika kamu tidak menemukannya, nadinya TIDAK TERABA. Segera lakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) !!!

Cek denyut nadi

Langkah 4 dalam Penanganan Gawat darurat adalah dengan Membebaskan jalan nafas “Airway & Breathing Free”

Membebaskan Jalan nafas penderita jika menemukan ada sumbatan yang bisa mengganggu proses bernafas. kamu bisa melakukannya dengan sangat sederhana cek di bagian mulut dan hidung jika terdapat kotoran atau sisa-sisa makanan misalnya maka bersihkanlah. Banyak cara bisa kamu gunakan salah satunya adalah dengan teknik head tilt dan Chin lift.

Apa Head tilt dan Chin lift..? Perhatikan gambar dibawah ini. bagaimana melakukan tehnik membuka jalan nafas dengan head tilt dan Chin lift. Tapi ingat ada beberapa kasus tidak bisa dilakukan halini apa saja itu. Jika kasus trauma pada area wajah atau dada maka cara terbaik untuk membuka jalan nafasnya dengan cara jaw trust. Lihat gambar dibawah yah

Bebaskan Jalan nafas dengan teknik head tilt dan Chin lift. tapi untuk kasus trauma pada daerah wajah atau dada maka buka jalan nafasnya dengan cara jaw trust.

Langkah 5 dalam Pertolongan Pertama Gawat Darurat adalah “Look-Listen-Feel”

Look-Listen-Feel adalah istilah untuk mengetahui adanya gangguan pada jalan nafas, dan apakah penderita bisa bernafas atau tidak. Tindakan ini segera dilakukan jika kita sudah melakukan kompresi jantuan luar maka tahap selanjutnya adalah melakukan evaluasi hasil dari RJP yang telah dilakukan.

Bagaimana cara melakukan Look-Listen-Feel, bisa kamu lihat melalui gambar dibawah ini.

how cek airway patent with Look-Listen-Feel technik

Bebaskan sumbatan jalan nafas dengan Tehnik Fingger Sweap

Fingger Sweap atau sapuan tangan pada mulut penderita. Hal ini bertujuan untuk membersihkan mulut dari sisa-sisa makanan yang mungkin membuatnya tersedak atau menyumbat jalan nafas penderita. Buka mulut penderita, bersihkan benda asing yang ada dalam mulutnya dengan mengorek dan menyapukan dua jari kamu sebagai penolong yang telah dibungkus dengan secarik kain.

Tehnik Fingger Sweap

Tehnik “Release Chocking”

Jika sumbatannya berupa benda padat dan bukan lagi berada di daerah mulut penderita, maka jalan satu-satunya adalah melakukan menufer yang namanya “Release Chocking”. Bagiamana cara melakukan Release Chocking pada penderita gawat darurat.

Ada dua cara dalam Release Chocking yang bisa digunakan, berikut gambar ini bisa menjelaskan bagaimana cara melakukannya.

Tehnik “Release Chocking”
Hemlich manuver adalah tehnik Release Chocking dengan memberikan tekanan pada baguan bawah dada, tepatnya berada diujung dada bagian tengah, kemudian berikan tekanan keatas tujuannya adalah memaksa penyebab tersumbatnya jalan nafas agar keluar lewat mulut.
Abdominal Trust prinsipnya hampir sama dengan Hemlich manuver adalah salah satu tehnik Chocking Release dengan memanfaatkan tekanan pada perut untuk membebaskan jalan nafas. bedanya cuman pada posisi penderintanya. Abdominal Trust posisi penderita adalah berbaring.

Langkah 6 Pertolongan Pertama Gawat Darurat adalah Pemberian Ventilasi Atau “Nafas Buatan”

Pemberian nafas buatan pada penderita gawat darurat dilakukan dengan cara, memberikan 2 kali tiupan pada mulut ata pada hidung setelah dipastikan bahwa jalan nafas telah bebas. Tiap kali hembusan 1 detik di susul dengan hebusan ke 2 setelah penderita menunjukkan menghebuskan nafasnya.

Pemberian Nafas Buatan untuk bantuan hidup dasar

Langkah-Langkah Dalam Melakukan Kompresi Jantung Paru (RJP) Dewasa

Bila denyut nadi pada leher atau Arteri Karotis tidak teraba lakukan RJP alias pijatan jantung luar. Sebanyak 30 kali pada titik tumpu yaitu 2 jari diatas ujung tulang dada (processus xyphoideus)

Resusitasi Jantung Paru (RJP)

Letakkan satu tangan pada titik tekan, tangan lain di atas punggung tangan pertama alias pada tangan dominan kamu

Letakkan satu tangan pada titik tekan, tangan lain di atas punggung tangan pertama

Kedua lengan lurus dan tegak lurus pada dada penderita (tulang sternum). Kedua lutut penolong merapat, lutut sebaiknya menempel pada bahu korban.

right tecnik for basic life support

Tekan ke bawah kurang lebih 5 cm pada orang dewasa, dengan cara menjatuhkan berat badan ke area dada korban. Kompresi secara ritmik & teratur 100 -120 x/min dengan perbandingan Kompresi : Ventilasi sebanyak 30:2. Berikan kesempatan dinding dada untuk recoil sempurna

Kompresi secara ritmik & teratur 100 -120 x/min dengan perbandingan Kompresi : Ventilasi sebanyak 30:2. Berikan kesempatan dinding dada untuk recoil sempurna

Saat pijat jantung, hitung dalam hati dan sebukan dengan jelas. …10…20…30 sambil bernafas !!. Total = 30 x pijatan dengan sela 2 x ventilasi (tiupan)

Lakukan 30x pijatan jantung dengan diselingi 2x ventilasi berulang selama 2 menit. Setelah 2 menit (5 siklus) raba nadi leher. Bila masih belum teraba denyut nadi leher, lajutkan 30x pijat jantung dan 2x venitasi. Lakukan tidakan ini terus sampai datang bantuan atau ambulans

Evaluasi Setelah Melakukan Resusitasi Jantung dan Paru

Jika terdapat AED maka lakukan penilaian apakah perlu dilakukan shock atau tidak. Jika napas kembali spontan dan denyut nadi teraba maka posisikan dengan posisi pemulihan (Recovery Position)

Berikan Recovery Position

Recovery Position adalah tahap terakhir dalam Pertolongan Pertama Gawat Darurat, karena bisa dikatakan kamu telah berhasil melakukannya. tinggal menunggu waktu agar penderita menjadi sadar dan pulih. atau jika kondisi gawat ini terjadi di jalan atau di luar pelayanan kesehatan adalah penderita telah mendapatkan bantuan yang lebih baik.

Tujuan Recovery Position adalah mencegah tersedaknya penderita karena muntah misalnya. Berikut ini adalah gambar Recovery Position yang bisa kamu lakukan.

recoveri position pada Pertolongan Pertama Gawat Darurat

Don't Forget to Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *