April 21, 2021

Cara Penanganan Limbah Bahan Kimia

Penanganan Limbah Bahan Kimiawi
Don't Forget to Share

Limbah Bahan Kimia

Penanganan limbah bahan kimia dan cara mengelolah memiliki teknik tersendiri, dan banyak perusahaan yang menghasilkan libah bahan kimia ini dan tidak mengelolah dengan tepat. membuah limbah sembarangan sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Bagaimana cara pembuangan limbah bahan kimia?

Cara pengelolaan limbah yang mengandung bahan kimia berbahaya adalah dengan mengelompokkan jenis limbahnya, ada yang termasuk limbah kimia biasa dan limbah kimia yang mengandung logam berat.

Cara Pembuangan Limbah Kimia Biasa

limbah kimia berbahaya biasa
Sumber gambar kinikimia.blogspot.com

Limbah kimia biasa yang tidak bisa didaur ulang seperti gula, asam amino, dan garam tertentu dapat langsung dibuang ke saluran air kotor. Namun demikian, pembuangan tersebut harus memenuhi persyaratan konsentrasi bahan pencemar yang ada seperti bahan melayang, suhu, dan tingkat keasaman bahan kimia tersebut.

Pembuangan Limbah Kimia Berbahaya Dalam Jumlah Kecil

Limbah bahan berbahaya dalam jumlah kecil seperti residu yang terdapat dalam kemasan sebaiknya dibuang dengan insinerasi pirolitik, kapsulisasi, atau ditimbun (landfill).

Pembuangan limbah kimia berbahaya dalam jumlah besar

Tidak ada cara lain dalam pembuangan limbah kimia yang aman dan murah untuk limbah berbahaya. Pembuangan untuk jenis limbah ini ditentukan kepada sifatnya yang bahaya yang terkandung dalam limbah tersebut. Limbah tertentu yang bisa dibakar seperti banyak bahan pelarut dapat diinsinerasi.

Cara lain  adalah   dengan  mengembalikan   bahan   kimia berbahaya tersebut ke distributornya yang akan menanganinya dengan aman, atau dikirim ke negara lain yang mempunyai peralatan yang cocok untuk mengolahnya.

Hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan limbah kimia berbahaya

Pengelolaan limbah bahan kima yang tidak benar
Seumber gambar google.com
  1. Limbah berbahaya yang komposisinya berbeda harus dipisahkan untuk menghindari reaksi kimia yang tidak diinginkan.
  2. Limbah kimia berbahaya dalam jumlah besar tidak boleh ditimbun karena dapat mencemari air tanah.
  3. Limbah kimia disinfektan dalam jumlah besar tidak boleh dikapsulisasi karena sifatnya yang korosif dan mudah terbakar.
  4. Limbah padat bahan kimia berbahaya cara pembuangannya harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada instansi yang berwenang.

Baca juga: Bagaimana Sih Pengelolaan Limbah Medis Puskesmas Dan Rumah Sakit

Limbah dengan Kandungan Logam Berat Tinggi

Limbah dengan kandungan logam berat tinggi seperti mercuri atau kadmium tidak boleh dibakar atau diinsinerasi karena berisiko mencemari udara dengan uap beracun dan tidak boleh dibuang ke landfill karena dapat mencemari air tanah. Bagaimana cara pengelolaannya?

Cara yang paling disarankan untuk mengatasi limbah dengan kandungan logam berat adalah dikirim ke fasilitas yang mempunyai pengolahan limbah kimaa dan kandungan logam berat tinggi. Cara lain yang paling sederhana adalah dengan kapsulisasi kemudian dilanjutkan dengan Bila hanya dalam jumlah kecil dapat dibuang dengan limbah biasa.

Cara untuk melakukan kapsulisasi limbah kima berbahaya, kamu bisa baca artikelnya berikut ini. Kajian teknologi dan mekanisme stabilisasi limbah

Pemilihan Kontainer untuk melakukan kapsulisasi limbah kimia berbahaya, memiliki kriteria sebagai berikrut:

Kontainer Bertekanan

Cara yang terbaik untuk menangani limbah kontainer bertekanan adalah dengan daur ulang atau penggunaan kembali. Apabila masih dalam kondisi utuh dapat dikembalikan ke distributor untuk pengisian ulang gas. Agen halogenida dalam bentuk cair dan dikemas dalam botol harus diperlakukan sebagai limbah bahan kimia berbahaya untuk pembuangannya.

Cara pembuangan yang tidak diperbolehkan adalah pembakaran atau insinerasi karena dapat meledak.

Kontainer yang masih utuh

Kontainer-kontainer yang harus dikembalikan ke penjualnya adalah:

      1. Tabung atau silinder nitrogen oksida yang biasanya disatukan dengan peralatan anestesi.
      2. Tabung atau silinder etilin oksida yang biasanya disatukan dengan peralatan sterilisasi
      3. Tabung bertekanan untuk gas lain seperti oksigen, nitrogen, karbon dioksida, udara bertekanan, siklopropana, hidrogen, gas elpiji, dan asetilin.

Kontainer yang sudah rusak

Kontainer yang rusak tidak dapat diisi ulang harus dihancurkan setelah dikosongkan kemudian baru dibuang ke landfill.

Limbah Kaleng Aerosol

Limbah kaleng aerosol
sumber gambar wikihow.com

Kaleng aerosol kecil harus dikumpulkan dan dibuang bersama dengan limbah biasa dalam kantong plastik hitam dan tidak untuk dibakar atau diinsinerasi. Limbah ini tidak boleh dimasukkan ke dalam kantong kuning karena akan dikirim ke insinerator. Kaleng aerosol dalam jumlah banyak sebaiknya dikembalikan ke penjualnya atau ke instalasi daur ulang bila ada.

Jadi, penanganan limbah bahan kimia ini harus sesuai dengan ketentuan dari masing-masing produk. Jika rumah sakit atau pelayanan kesehatan mengunakan bahan kimia yang berpotensi untuk menghasilkan limbah sebaiknya memeikirkan juga apa dampak yang bisa ditimbulkan dikemudian hari.


Don't Forget to Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *