April 21, 2021

Cara Pengelolaan Limbah Medis Puskesmas dan Rumah Sakit

Pengelolaan Limbah Medis puskesmas
Don't Forget to Share

Manajemen Limbah Medis Puskesmas Dan Rumah Sakit

Pengelolaan limbah medis puskesmas dan pelayanan kesehatan lainnya sangat diperlukan untuk menghindari terpaparnya lingkungan sekitar dengan produk limbah medis yang dihasilkan.

Pengelolaan Limbah Medis Puskesmas Dan Rumah Sakit
Sumber gambar asset.kompas.com

Apa Sih Pengertian dari Limbah dan Jenis-jenis Limbah Medis

Mari kita mengenal jenis-jenis limbah yang terdapat pada fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, Klinik kesehatan dan Puskesmas. Penjabarannya sebagai berikut:
  1. Limbah dirumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan oleh dan dari kegiatan rumah sakit seperti limbah padat, cair dan gas.
  2. Limbah padat rumah sakit adalah semua limbah rumah sakit yang berupa limbah padat hasil kegiatan rumah sakit yang terdiri dari limbah medis padat dan limbah non medis.
  3. Limbah medis padat adalah limbah padat yang terdiri dari limbah infeksius, limbah patologis, limbah benda tajam, limbah farmasi, limbah sitotoksik, limbah kimia, limbah radioaktif, limbah wadah tekanan, dan limbah dengan kandungan logam berat yang tinggi.
  4. Limbah padat non medis adalah limbah dengan tekstur yang padat yang dihasilkan oleh kegiatan di rumah sakit, di luar dari tindakan medis yakni limbah yang berasal dari dapur, perkantoran, taman, dan pekarangan yang dapat digunakan kembali jika teknologinya tersedia.
  5. Limbah cair adalah semua bentuk limbah yang berupa air limbah, termasuk feses yang berasal dari kegiatan rumah sakit yang mungkin mengandung mikroorganisme, bahan kimia beracun, dan zat radioaktif yang berbahaya bagi kesehatan.
  6. Limbah gas adalah semua limbah berupa gas yang berasal dari kegiatan pembakaran di rumah sakit seperti insinerator, dapur, peralatan genset, anestesi dan pembuatan obat sitotoksik.
  7. Limbah infeksius adalah limbah yang terkontaminasi oleh mikroorganisme patogen yang tidak secara rutin ada di lingkungan dan organisme tersebut dalam jumlah dan virulensi yang cukup untuk menularkan penyakit ke manusia yang rentan.
  8. Limbah infeksius tinggi adalah limbah yang berasal dari budidaya dan stok bahan yang sangat infeksius, otopsi, organ hewan dan bahan lain yang telah diinokulasi, tertular atau bersentuhan dengan bahan yang sangat infeksius.
  9. Limbah sitotoksik adalah limbah dari bahan yang tercemar dari proses pembuatan dan pemberian obat sitotoksik untuk kemoterapi kanker yang mempunyai kemampuan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel hidup.

Minimisasi sampah merupakan upaya yang dilakukan rumah sakit untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dengan cara reduksi bahan (reduce), menggunakan kembali sampah (reuse) dan mendaur ulang sampah (recycle).

Persyaratan Dari Limbah Medis Padat dan Cara Minimisasi Limbah 

  1. Setiap rumah sakit diharuskan melakukan reduksi limbah dimulai dari sumbernya.
  2. Setiap rumah sakit harus mengelola serta mengawasi penggunaan bahan kimia yang berbahaya dan beracun.
  3. Setiap rumah sakit diharuskan melakukan pengelolaan stok bahan kimia dan farmasi.
  4. Setiap peralatan yang digunakan dalam pengelolaan limbah medis mulai dari pengumpulan, pengangkutan, dan pemusnahan harus melalui sertifikasi dari pihak yang berwenang.

Pemilahan, Pewadahan, Pemanfaatan Kembali dan Daur Ulang

sumber gambar sc04.alicdn.com
  1. Pemilahan jenis sampah harus dilakukan mulai dari sumber yang menghasilkan sampah tersebut.
  2. Sampah yang akan digunakan kembali harus dipisahkan dari sampah yang tidak digunakan kembali.
  3. Limbah benda tajam harus dikumpulkan dalam satu wadah terlepas dari apakah terkontaminasi atau tidak. Wadah harus anti bocor, dan tidak mudah dibuka sehingga orang yang tidak berkepentingan tidak bisa membukanya.
  4. Jarum dan alat suntik harus dipisahkan agar tidak dapat digunakan kembali.
  5. Limbah medis padat yang akan digunakan kembali harus melalui proses sterilisasi sesuai.
  6. Limbah jarum suntik tidak disarankan untuk digunakan kembali. Jika rumah sakit tidak memiliki jarum suntik sekali pakai, limbah jarum suntik dapat digunakan kembali setelah melalui salah satu metode sterilisasi.
  7. Penyimpanan limbah padat medis harus memenuhi persyaratan penggunaan wadah dan label
  8. Daur ulang tidak dapat dilakukan oleh rumah sakit kecuali untuk pemulihan perak yang dihasilkan dari proses film sinar-X.
  9. Limbah sitotoksik dikumpulkan dalam wadah yang kuat dan anti bocor dan diberi label dengan tulisan “Limbah Sitotoksik”.

Cara Pengumpulan, Pengangkutan, dan Penyimpanan Limbah Medis Padat di Lingkungan Rumah Sakit

Pengumpulan limbah medis padat dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup. Cara penyimpanan limbah medis padat harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.

Cara Pengumpulan, Pengemasan dan Pengangkutan Limbah ke Luar Rumah Sakit

Pengelola limbah yang akan dikelolah oleh pihak ke-3 harus mengikuti kaidah dan aturannya. Rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya harus mengumpulkan dan mengemas pada tempat yang kuat. Serta, proses pengangkutan limbah ke luar rumah sakit menggunakan kendaraan khusus.

Tabel Jenis Label Limbah Medis rumah sakit dan puskesmas
Sumber gambar galihendradita.wordpress.com

Bagaimana Cara Pengolahan dan Pemusnahan Limbah

Limbah medis padat tidak boleh dibuang langsung ke tempat pembuangan akhir limbah domestik sebelum aman bagi kesehatan. Cara pengelolaan limbah medis puskesmas dan rumah sakit harus mengikuti prosedur pemusnahan yang ketat.

Limbah medis dimusnahkan dengan cara dan teknik menggunakan teknologi khusus. Pengolahan atau pemusnahan limbah medis padat disesuaikan dengan kemampuan rumah sakit dan jenis limbah medis padat yang ada, misalnya dengan pemanasan menggunakan otoklaf atau dengan pembakaran menggunakan mesin yang disebut mesin incinerator.

Gambar Limbah Lab

Limbah Non Medis Padat Cara Pemilahan dan Pewadahan

Pewadahan limbah padat non-medis harus dipisahkan dari limbah medis padat dan ditampung dalam kantong plastik warna hitam. Tempat pewadahan:

  • Setiap tempat pewadahan limbah padat harus dilapisi kantong plastik warna hitam sebagai pembungkus limbah padat dengan lambang “domestik” warna putih.
  • Bila kepadatan lalat di sekitar tempat limbah padat melebihi 2 (dua) ekor per-block grill, perlu dilakukan pengendalian lalat.

Bagaimana Tehnik Pengumpulan, Penyimpanan, dan Pengangkutan Limbah Non Medis Padat

Bila di tempat pengumpulan sementara tingkat kepadatan lalat lebih dari 20 ekor per-block grill atau tikus terlihat pada siang hari, harus dilakukan pengendalian. Dalam keadaan normal harus dilakukan pengendalian serangga dan binatang pengganggu yang lain minimal satu bulan sekali.

Gambar Wadah Tahan Tusuk

Pengolahan dan Pemusnahan Limbah Medis Puskesmas

Pengolahan dan pemusnahan limbah padat non-medis harus dilakukan sesuai persyaratan kesehatan.

Limbah Cair

Kualitas limbah (efluen) rumah sakit yang akan dibuang ke badan air atau lingkungan harus memenuhi persyaratan baku mutu efluen sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor Kep–58/MENLH/12/1995 atau peraturan daerah setempat.

limbah cair

Limbah Gas

Standar limbah gas (emisi) dari pengolahan pemusnah limbah medis padat dengan insinerator mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor Kep-13/MenLH/3/1995 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak.

limbah gas

Cara Minimisasi Limbah 

  • Pilihlah bahan yang menghasilkan lebih sedikit limbah sebelum membelinya.
  • Gunakan bahan kimia sesedikit mungkin.
  • Prioritaskan metode pembersihan fisik daripada bahan kimia.
  • Mencegah material yang dapat menjadi limbah, seperti dalam kegiatan perawatan dan pembersihan.
  • Pantau aliran penggunaan bahan kimia dari bahan mentah ke limbah berbahaya dan beracun.
  • Pesan bahan sesuai dengan kebutuhan.
  • Gunakan bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluwarsa.
  • Habiskan bahan dari setiap kemasan.
  • Periksa kembali tanggal kedaluwarsa bahan saat dikirim atau diedarkan.
Tips Pemanfaatan Kembali Atau Recycle

Limbah medis padat dipisahkan dari sumber yang terdiri dari limbah infeksius, limbah patologis, limbah benda tajam, limbah farmasi, limbah sitotoksik, limbah kimia, limbah radioaktif, limbah kontainer bertekanan, dan limbah dengan kandungan logam berat tinggi.

wadah untuk limbah padat
Sumber gambar google.com

Bentuk Wadah untuk limbah medis padat:

  • Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, tahan air, dan memiliki permukaan yang halus di bagian dalam misalnya fiberglass.
    Wadah terpisah untuk limbah padat non-medis harus disediakan di setiap sumber penghasil limbah medis.
  • Kantong plastik dibuang setiap hari atau kurang dari sehari jika 2/3 bagiannya sudah terisi sampah.
  • Untuk benda tajam sebaiknya ditampung di tempat khusus (safety box) seperti botol atau karton yang aman.
  • Wadah limbah medis padat infeksius dan sitotoksik yang tidak bersentuhan langsung dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan disinfektan jika akan digunakan kembali, sedangkan kantong plastik yang telah digunakan dan bersentuhan langsung dengan limbah tidak boleh dibuang. digunakan lagi.
  • Bahan atau alat yang dapat digunakan kembali setelah melalui sterilisasi antara lain pisau bedah, jarum suntik, spuit, botol kaca dan wadah.
    Alat lain yang dapat digunakan kembali setelah sterilisasi adalah radionukleida yang telah diatur agar tahan lebih lama untuk radioterapi seperti peniti, jarum, atau biji.
  • Jika sterilisasi yang dilakukan adalah sterilisasi dengan etilen oksida, maka tangki reaktor harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum injeksi etilen oksida. Karena gas sangat berbahaya, maka sterilisasi harus dilakukan oleh tenaga terlatih. Sedangkan sterilisasi dengan glutaraldehyde lebih aman dalam pengoperasiannya tetapi kurang efektif secara mikrobiologis.
  • Upaya khusus harus dilakukan jika ada bukti ensefalopati spongiform.

Tempat Penampungan Sementara Limbah Medis Puskesmas dan Rumah Sakit

Bagi rumah sakit yang mempunyai insinerator di lingkungannya harus membakar limbahnya selambat-lambatnya 24 jam. Bagi rumah sakit yang tidak mempunyai insinerator, maka limbah medis padatnya harus dimusnahkan melalui kerjasama dengan rumah sakit lain atau pihak lain yang mempunyai insinerator untuk dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan pada suhu ruang.

Transportasi Limbah

Kantong limbah medis padat sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup. Kantong limbah medis padat harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.

Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan (APD) alat pelindung diri yang terdiri :

    1. Topi/helm;
    2. Masker;
    3. Pelindung mata;
    4. Pakaian panjang (coverall);
    5. Apron untuk industri;
    6. Pelindung kaki/sepatu boot; dan
    7. Sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves).

Limbah Cair

limbah cair
sumber gambar satu.jurnal.com

Limbah cair adalah limbah yang dihasilkan berbentuk cairan. Limbah jenis ini harus dikumpulkan dalam kontainer yang kedap air yang sesuai dengan karakteristik bahan kimia dan radiologi, volume, dan prosedur penanganan serta penyimpanannya.

Cara pengelolan limbah cair sebagai berikut:

  1. Saluran pembuangan limbah cair harus menggunakan sistem saluran tertutup, kedap air, dan limbah harus mengalir dengan lancar, serta terpisah dengan saluran air hujan.
  2. Rumah sakit harus memiliki instalasi pengolahan limbah cair sendiri atau bersama-sama secara kolektif dengan bangunan di sekitarnya yang memenuhi persyaratan teknis, apabila belum ada atau tidak terjangkau sistem pengolahan air limbah perkotaan.
  3. Perlu dipasang alat pengukur debit limbah cair untuk mengetahui debit harian limbah yang dihasilkan.
  4. Air limbah dari dapur harus dilengkapi penangkap lemak dan saluran air limbah harus dilengkapi/ditutup dengan grill.
  5. Air limbah yang berasal dari laboratorium harus diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), bila tidak mempunyai IPAL harus dikelola sesuai ketentuan yang berlaku melalui kerjasama dengan pihak lain atau pihak yang berwenang.
  6. Frekuensi pemeriksaan kualitas limbah cair terolah (effluent) dilakukan setiap bulan sekali untuk swapantau dan minimal 3 bulan sekali uji petik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  7. Rumah sakit yang menghasilkan limbah cair yang mengandung atau terkena zat radioaktif, pengelolaannya dilakukan sesuai ketentuan BATAN.
  8. Parameter radioaktif diberlakukan bagi rumah sakit sesuai dengan bahan radioaktif yang dipergunakan oleh rumah sakit yang bersangkutan.

Limbah Gas

Limbah gas hasil produksi pembakaran industri
Sumber gambar google.com

Limbah gas adalah limbah yang memanfaatkan udara atau gas sebagai media. Limbah gas ini bisa saja terlihat oleh mata atau bisa juga tidak nampak dengan kasat mata.

Jenis limbah gas dapat berupa berupa NO2, SO2, logam berat. Proses pengelolaan limbah jenis gas dengan melakukan sistem pembakaran dengan suhu minimum 1.000 derajat Celcius. Hal ini bertujuan untuk memusnahan mikroorganisme seperti bakteri patogen, virus, dioksin, dan mengurangi  prodek sisa.

Kriteria khusus mesin untuk mengelolah limbah gas ini adalah harus dilengkapi berupa alat untuk mengurangi emisi gas dan debu. Cara paling aman dan murah untuk mengurangi gas beracun adalah dengan menanam pohon hijau karena pohon dapat menetralisis gas beracun yang bisa berbahaya pada manusia dan hewan.

Pengelolaan limbah medis rumah sakit secara rinci mengacu pada pedoman pengelolaan limbah medis sarana pelayanan kesehatan

Baca juga:


Don't Forget to Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *